Stiker LINE Dinilai Terlalu Dewasa - Kumpulan Informasi ID

Thursday, January 7, 2016

Stiker LINE Dinilai Terlalu Dewasa


Pernahkah kalian menyadari bahwa ada beberapa sticker LINE yang mengandung adegan-adegan yang tidak cocok untuk untuk dilihat oleh anak-anak? Seseorang telah membuat petisi mengenai tuntutannya terhadap LINE untuk mencabut sticker-sticker tersebut.

Penggagas petisi Gioveny Astaning Permana menilai, beberapa stiker LINE yang disediakan gratis dan berbayar tak mendidik anak-anak karena mengandung gambar untuk dewasa.
"Saya mengamati ini dari hasil 'Popular Creator Sticker' seperti sticker berjudul 'so much love', 'short couple problem', 'him & her', 'Lily & Marigold', 'romantic memories', 'love lasting forever', dan 'hugs and kisses' termasuk dalam 50 popular creator sticker," kata Gioveny dalam petisinya

Gioveny menyatakan, aplikasi LINE termasuk aplikasi favorit dan menarik karena selalu memberikan sticker-sticker gratis maupun berbayar. Dia meminta kepada pengelola LINE Indonesia untuk menyaring konten-konten yang hadir, termasuk sticker yang menjadi bonus menarik di dalamnya untuk melindungi anak-anak dari paparan konten dewasa.

"Saya juga sering mengunduh sticker-sticker tersebut, namun semakin saya perhatikan sticker LINE ini cenderung mendukung ke gambar-gambar dewasa yang tidak aman dan belum layak untuk anak-anak dan seharusnya anak-anak tidak melihat," jelasnya.

Sejak dimulai kemarin, petisi tersebut telah didukung oleh lebih dari 5.600 orang. Salah seorang pendukung petisi, Abi Yudhie. Dia menyebut stiker itu mengerikan, jangan jadikan budaya Indonesia yang ketimur-an dan kesopanan berubah jadi budaya barat.

"Berikan cara penyampaian informasi sesuai segmentasi audience, kan LINE sudah punya data audience, filter dong," katanya.

"Jika anak anak semakin sering melihat animasi seperti itu mereka akan beranggapan bahwa itu hal yg biasa saja padahal tidak pantas mereka melihat gambar2 seperti itu," tulis Lailatul Udhiyah, pendukung petisi lainnya.

Melalui petisi tersebut, para netizen yang juga resah akan permasalahan ini juga meluapkan protes mereka melalui bentuk dukungan dan komentar yang tertera di bawah dari pernyataan Gioveny. Namun tidak sedikit juga yang memprotes petisi ini karena menilai bahwa justru seharusnya anak-anak lah yang dididik untuk tidak memegang smartphone ketika umur mereka belum layak untuk menerimanya.

No comments: